Generasi Muda Dan Lingkungan

Mei 28, 2008 at 5:35 pm Tinggalkan komentar

Akhmad Arief Fahmi

penggiat LSM Relung Yogyakarta

 

Lingkungan Hidup adalah Masa Depan

Pemuda adalah masa depan begitulah kata pepatah. Masa depan seperti apa? Kebanyakan orang mengangankan harapan masa depan adalah dengan kesejahteraan yang lebih baik dibandingkan sekarang. Ada isu yang belakangan agak santer terdengar tentang kesejahteraan, yang tak lagi didominasi oleh ukuran-ukuran ekonomi semata, orang mulai banyak bicara tentang lingkungan hidup. Selain sejahtera secara ekonomi kita berharap masa depan tidak diwarnai oleh banjir, tanah longsor, pencemaran, kekeringan dan lainnya. Yang memang belakangan banyak saudara-saudara kita yang menderita akibat bencana alam dan lingkungan tersebut. Semakin nyatalah bahwa masa depan yang lebih baik bukan semata-mata ditentukan kemampuan ekonomi kita baik atau tidak, akan tetapi lingkungan hidup yang baik, aman, nyaman dan sehat ternyata juga merupakan fondasi bagi kesejahteraan di masa yang akan datang. Apalah artinya kita kaya sesaat sebagai hasil dari panen (menebang) kayu serampangan dan kemudian 20 tahun kemudian kita kehilangan rumah, jalan bahkan nyawa sanak saudara akibat banjir bandang. Untung atau buntung??

 

Mengingat kondisi yang ada maka sepertinya masa depan akan bertambah berat karena seolah-olah kita tidak pernah mentas dari perut yang lapar (ekonomi) akan tetapi ke depan kita harus mengalokasikan sumberdaya dan energi kita untuk mengatasi persoalan-persoalan lingkungan yang ada. Dan ini semua merupakan tantangan bagi generasi muda sekarang karena kondisi di masa yang akan datang kitalah yang akan merasakan. Apakah ke depan kita masih dapat menikmati hijaunya hutan, air yang segar, melimpah dan murah, udara yang sehat, tanah yang subur dan tidak tercemar, aneka ragam satwa liar dan burung-burung beterbangan menyapa kita di pagi dan sore hari? Tergantung kita sebagai generasi muda.

Apa saja yang dapat dilakukan

Sebagai generasi muda banyak cara yang dapat kita tempuh untuk mengekspresikan kepedulian kita terhadap lingkungan hidup. Beberapa hal praktis secara individual/personal kita dapat melakukan tindakan-tindakan seperti:

membuang sampah pada tempatnya

hemat BBM

hemat Air

Menghijaukan sekitar rumah

Tidak berburu hewan liar apalagi yang dilindungi

Membuat kompos dari sampah organik keluarga

 

Selain itu generasi muda yang masih terlibat dalam kegiatan akademis baik di sekolah maupun kampus dapat melakukan kegiatan akademis seperti mempelajari berbagai isu lingkungan hidup ataupun menyelenggarakan kegiatan penelitian secara berkelompok. Penelitian-peneltian sederhana seperti pengukuran kualitas air tanah, suplai air bersih di suatu kawasan, pengamatan burung, pengukuran tingkat pencemaran udara di perkotaan, dan lain sebagainya.

Gerakan Lingkungan Melalui Organisasi Pemuda

Berbagai organisasi pemuda baik didalam maupun di luar sekolah dapat menjadi salah satu ruang untuk terselenggaranya berbagai aksi lingkungan hidup. Melalui organisasi seperti OSIS misalnya para pelajar dapat melakukan aksi bersama penanaman lahan kritis atau melakukan kampanye lingkungan hidup, dan juga melakukan berbagai kegiatan akademis. Di beberapa tempat Karang Taruna menjadi pelopor di daerahnya untuk melakukan kegiatan perlindungan lingkungan hidup. Mereka bersama anggota dan perangkat desa membuat aturan di desa tentang larangan untuk mencemari sungai atau berburu burung. Pramuka juga dapat menjadi wahana bagi generasi muda untuk menyalurkan kepeduliannya terhadap lingkungan.

 

Kepedulian terhadap sesama adalah fondasi

Berbagai bencana lingkungan memang tidak semua manusia merasakannya tapi ironisnya justru mereka yang kurang beruntung secara ekonomi malah menjadi korban. Mereka yang miskin biasanya tinggal di sekitar hutan, di daerah rawan longsor dan banjir ataupun rawan kekeringan. Sementara sebagian dari kita mungkin tidak merasakan berbagai persoalan lingkungan yang oleh sebagian dari penderitanya sampai mengancam nyawa. Oleh karena itu kepedulian kita terhadap lingkungan hakikatnya adalah kepedulian kita terhadap nasib sesama. Oleh karena itu kepedulian kita terhadap lingkungan merupakan wujud dari kepedulian kita terhadap nasib sesama manusia.

 

Terakhir yakinlah bahwa semodern apapun manusia nantinya tetap butuh air dan udara serta makanan yang sehat, bisakah hal itu diproduksi jika lingkungan kita tercemar berbagai barang beracun? Mungkin yang kaya bisa membeli AC, mobil ber AC, air mineral, bisa beli burung yang semakin mahal jika disuruh berkicau, tapi yang lainnya bagaimana? Ke laut ajeee..??

 

Iklan

Entry filed under: Uncategorized.

Bersama Bakti Bumi Tumbuhan Gulma Itu Bermanfaat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Godong adalah media lingkungan, diterbitkan oleh Dipersani (Dian Permata Insani). Godong (bahasa Jawa) adalah daun dari pohon, butiran air akan dapat diserapnya, pada akhirnya terbentuk mata air ditanah. Begitu juga dengan media godong, akan bisa menumbuhkan bibit-bibit atau kader lingkungan yang siap meng-Hijaukan Bumi Temanggung, sesuai dengan Moto dan menjadi semangat untuk membangkitkan mimpi-mimpi yang terpendam. Lahirnya godong merupakan bentuk keprihatinan untuk memperjuangankan isu-isu lingkungan yang selama ini mendapat porsi sangat kecil, atau kurang tersentuh oleh pemerintah maupun pihak-pihak lain.

Kategori

Tulisan Terbaru

Tulisan Teratas

Arsip

Komentar Terbaru

yang sedang berkunjung

Blog Stats

  • 1.435 hits

%d blogger menyukai ini: